Senin, 21 Maret 2011

Penyembuhan metode Royal Rife

Royal Rife adalah penemu mikroskop optik yang kemampuannya bisa menyamai mikroskop elektron. Karena bekerja dengan prinsip optik, mikroskop buatan Rife tidak membunuh mikroba yang diperiksa, sehingga memungkinkan untuk memeriksa reaksi mikroba dengan netral. Mikroskop elektron akan membunuh semua kehidupan sehingga hanya bisa dipergunakan untuk mengamati benda mati.

Dengan menggunakan mikroskop tersebut Rife menemukan bahwa banyak penyakit disebabkan oleh virus, termasuk juga kanker. Virus ini bisa berubah menjadi beberapa bentuk sehingga sering mengelabui pemeriksa.

Pernyakit terjadi saat virus berada di dalam tubuh mendapat dorongan untuk memulai penyebaran dan merusak tubuh.

Rife kemudian menemukan bahwa dengan menyinari atau menyetrum pasien dengan kadar yang aman pada frekuensi tertentu, virus akan mati tanpa mengganggu organ tubuh lain yang sehat. Temuan ini terbukti mampu menghilangkan banyak penyakit berat, bahkan termasuk juga kanker. Klinik penyembuhan berhasil menyembuhkan banyak orang sampai pemerintah Amerika Serikat menutup klinik tersebut dengan alasan malpraktek.

Frekuensi yang digunakan oleh Rife mengalami beberapa variasi pada perkembangannya. Namun dipercaya penggunaan gelombang sinus dengan carrier wave diatas 1.6 MHz akan memberi hasil paling baik.

Frekuensi hasil pengukuran Philips Holand:



Frekuensi dari catatan Rife:


Frekuensi yang digunakan ketika penggunaan gelombang tinggi dilarang:


Frekuensi yang dipergunakan pada alat Beam Ray:


Frekuensi yang dipergunakan pada implementasi dengan gelombang siku:


Alat yang dipergunakan oleh Rife atau muridnya untuk aplikasi frekuensi adalah lampu hidrogen atau argon, kemudian electrode dan contact pad. Efek penyembuhan terlihat lebih efektif pada aplikasi dengan penggunaan carrier frequency.

Aplikasi frekuensi dilakukan maksimal 30 menit dalam sehari untuk memberi kesempatan bagi tubuh menghilangkan racun akibat terbunuhnya virus di dalam tubuh.

Link:
A History of Rife's Instruments and Frequencies

Tidak ada komentar:

Posting Komentar